Desa Tangkas melayani lebih dari 1,000 orang untuk Program Daur Ulang Sampah

Mengubah sampah menjadi kompos

Lebih dari 1,000 orang di Desa Tangkas telah membantu Keep Bali Beautiful dengan cara bergabung dalam program daur ulang di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) berlokasi di Desa Tangkas. Didirikan oleh Ketut Darmawan pada tahun 2016, TPS telah didukung oleh masing-masing warga desa dengan membayar Rp. 15,000 ($1.07 USD) selama sebulan untuk pengambilan sampah setiap dua hari sekali. Sampah tersebut kemudian dikirim ke TPS untuk dipilah yang mana 93% dari sampah itu di daur ulang maupun di ubah menjadi kompos. Sebagian besar dari sampah organic diubah menjadi pupuk kompos. Sisanya 7% yang tidak bisa di daur ulang dibuang.

Berdasarkan Pak Darmawan, “ Saya sangat gembira karena lebih dari 300 keluarga telah mendaftarkan diri merka untuk pengangkutan sampah dan program daur ulang. Sebelum program ini ada, setiap warga terpaksa untuk membuang sampah mereka ke sungai atau membakarnya”

Program ini telah mendapatkan pujian dari Bupati Klungkung yang menyarankan desa lainnya untuk mengadopsi program ini.

Perkembangan gerakan Bye Bye Plastic Bag

Isabel dan Melati dari Bye Bye Plastic Bag bersama Ketua Eco Club Klungkung Gita dan Reny, Komang dari Universitas Udayana, Puji dari Keep Bali Beautiful dan Lucas dari DASH
Isabel dan Melati dari Bye Bye Plastic Bag bersama Ketua Eco Club Klungkung Gita dan Reny, Komang dari Universitas Udayana, Puji dari Keep Bali Beautiful dan Lucas dari DASH

Anak-anak Bye Bye Plastic Bag (BBPB) menjalankan sebuah organisasi dengan misi yang sangat besar yaitu melarang kantong plastic di Bali yang dilaksanakan dengan berkoalisi bersama lebih dari 100 organisasi (termasuk Keep Bali Beautiful) dan secara individual membantu usaha yang mereka lakukan pada saat pertemuan minggu lalu.

Bye Bye Plastic Bag Logo
Bye Bye Plastic Bag Logo

Koalisasi BBPB akan memfokuskan kepada Pendidikan sekolah, Bisnis dan Desa di seluruh pulau tentang permasalahan kantong plastic dan penyebab polusi lainnya bagi masyarakat Bali, dan apa yang mereka dapat lakukan untuk memperbaiki hal tersebut.

Saat di pertemuan koalisi BBPB
Saat di pertemuan koalisi BBPB

Mereka akan mengadakan sebuah kampanye, memberikan penghargaan kepada pebisnis yang berjanji untuk bebas dari plastic, menyebarkan pesan mereka kepada media pemberitaan dan melanjutkan kampanye mereka untuk mendapatkan satu juta tandatangan untuk melarang kantong plastic.

Jika anda ingin untuk menandatangani petisi untuk menjadikan Bali terbebas dari kantong plastik, silahkan klik disini. Atau jika anda ingin menjadi relawan untuk bergabung dalam kampanye untuk Keep Bali Beautiful silahkan klik disini.

Keep Bali Beautiful Logo
Keep Bali Beautiful Logo

Indonesia : Daur Ulang untuk Jaminan Kesehatan Gratis

Jaminan kesehatan untuk 250 juta penduduk Indonesia tergolong sangat mahal.

Tetapi, sebuah inisiatif baru dari seorang dokter muda terbukti menjadi terkenal di kalangan masyarakat yang berpenghasilan rendah.

Penduduk perlu mengumpulkan sampah Non-Organic, yang dijual untuk di daur ulang, atau limbah organic, yang akan diubah menjadi pupuk, sebagai gantinya adalah pelayanan kesehatan secara gratis di beberapa klinik.

Uang yang diterima akan menuju ke “dana kesehatan”

“Bisnis kami memiliki tujuan untuk menciptakan dampak sosial. Kami tidak mencari keuntungan dari hal ini. Uang yang dihasilkan dipastikan digunakan untuk program yang berkelanjutan”, penjelasan dari Dr. Gamal Albinsaid, 25 tahun pendiri dari “Garbage Clinical Programme” (Program Sampah Klinis)

Para Pegawai telah mengunjungi desa-desa di Provinsi Jawa Timur.

Pada saat ini sudah ada 500 penduduk yang berpartisipasi dalam inisiatif ini, yang telah berjalan semenjak bulan Maret lalu.

Sebagian besar penduduk Indonesia hidup dengan pendapatan kurang dari 2 dollar per-hari sama dengan Rp. 20,000.

Original post on http://www.euronews.com/2014/12/27/indonesia-recycling-for-free-healthcare/#.VJ7zAOTesoY.facebook

 

 

Anggota Eco Club Klungkung Bertemu dengan Tim Bye Bye Plastic Bag

Originally posted on Pak Dave In Bali:

Bye Bye Plastic Bag Logo
Bye Bye Plastic Bag Logo

Ketua Eco-Club SMAN 1 Dawan dan SMAN 1 Semarapura berpergian ke Kuta hari ini dan mereka terinspirasi oleh tim Bye Bye Plastic Bag, sekelompok remaja sekolah menengah yang sangat mengagumkan, tujuan mereka tiada lain adalah melarang penggunaan kantong plastic di Bali.

Bye Bye Plastic Bag member dan Eco Club Member
Bye Bye Plastic Bag member dan Eco Club Member

Strategi yang mereka lakukan sangatlah berani sama halnya dengan tujuan mereka. Mereka sedang dalam proses untuk mengumpulkan SATU JUTA TANDA TANGAN dalam petisi mereka untuk melarang penggunaan kantong plastic di Bali. Jika mereka mencapai tujuan mereka, Gubernur Bali Made Mangku Pastika telah menyetujui untuk menetapkan larangan tersebut. Jika anda tertarik untuk menandatangani petisi mereka, Silahkah klik disini.

Ketua Eco Club SMAN 1 Dawan
Ketua Eco Club SMAN 1 Dawan

Ketua Eco Club kami dan kelompok Bye Bye Plastic Bag berencana untuk bekerja sama mengatasi permasalahan polusi plastic di Bali. Berdiri sebagai seorang yang dewasa. Memperhatikan anak-anak ini bergerak, tidak ada yang perlu saya ragukan…

 

Siswa SMAN 1 Semarapura Berjanji Melakukan Recycling (Daur Ulang)

Original di Post di Pak Dave In Bali:

Program Recycling di SMAN 1 Semarapura
Program Recycling di SMAN 1 Semarapura

Kepala SMAN 1 Semarapura memulai program pendidikan recycling (daur ulang) kami, anggota Eco Club di SMAN 1 Semarapura mengadakan program recycling (daur ulang) pertama mereka pada hari Jumat lalu untuk kelas XI yang terdiri atas 200 siswa. Mereka membuat presentasi power point yang sangat mengagumkan. Kepala sekolah mempromosikan program ini dengan sangat kuat…. Dan saya melakukan tugas saya sebagai kepala Pembina dari Keep Bali Beautiful.

Penjelasan Program Recyling di Bali
Penjelasan Program Recyling di Bali
Berpose konyol, menghibur peserta program Recycling
Berpose konyol, menghibur peserta program Recycling

Pesan kami sangat Simpel. Sampah plastik dan sampah lainnya dari 4 juta populasi orang Bali dan jumlah turis yang membludak menghilangkan keindahan pulau Bali. Hal tersebut mencemari udara dan air, membunuh hewan-hewan dan secara pasti akan membunuh perekonomian sebagai Tujuan wisata Turis untuk berlibur ke tempat yang lebih bersih.

Kemudian kami bertanya siapa yang dapat memecahkan permasalahan ini. Siswa-siswa berharap kepada guru mereka, kepala sekolah dan pada akhirnya pada yang lainnya. Kami memberitahu mereka bahwa mereka adalah solusi dari permasalahan polusi di Bali dan mereka dapat melakukan Kampanye Bali Indah.

Peserta Program Recycling
Peserta Program Recycling

View original lebih dari 102 kata

 

Sekolah Dasar Negeri 3 Paksebali Menjadi Mitra Baru Dalam Daur Ulang.

Kami menghadiri acara yang sangat penuh semangat hari ini dimana kami menandatangani kemitraan untuk melaksanakan program daur ulang dengan SDN 3 Paksebali di desa kami.

Kami menyediakan tempat penampungan daur ulang untuk programini, dan akan mengangkut material daur ulang secara berkelanjutan Sekolah akan menjalankan program. Yang terpenting, program ini memberikan akses kepada lebih dari 300 anak, staf pengajar dan para pegawai yang mana mereka akan mendidik mengenai betapa bahayanya polusi dan bagimana mereka secara pribadi bersikap untuk membersikan sekolah mereka, desa mereka dan tentunya pulau mereka.

Saya mengajak anak-anak membicarakan hal yang sangat menarik. Pada saat Saya selesai, para siswa tidak bisa menunggu untuk menjadi yang pertama untuk mendaur ulang di sekolah dan dirumah mereka. Agenda rahasia kami adaah untuk mendesak orang tua mereka untuk ikut serta dalam program daur ulang…. Kita lihat nanti.

Terima kasih kepada semua orang yang telah menyumbang untuk membantu terlaksananya program ini. jika anda ingin membantu, ini membutuhkan dana sekitar $75 dalam pembuatan tempat penampungan daur ulang, $5 untuk 1 baju kaos Eco-Club dan sekita $100 per bulan untuk supir truk pengankut material daur ulang. Jika anda ingin berdonasi silahkan kunjungi : AhimsaInAction.com dan klik Support Ahimsa In Action.

Kunjungan Lapangan Bali Echo Club…… KAMPANYE BALI INDAH

 

Anggota Eco Club dari SMAN 1 Dawan di Temesi Recycling
Anggota Eco Club dari SMAN 1 Dawan di Temesi Recycling

Pada saat kunjungan lapangan minggu lalu ke pusat daur ulang dan salah satu bisnis di pulau ini dengan kesadaran lingkungan, 30 siswa SMA dari Dawan, kepala sekolah dan para guru. Bagaimana upaya daur ulang sekolah mereka masuk dalam Gambaran yang lebih besar dari membersikan polusi plastic untuk Kampanye Bali Indah.

Dan kami bersenang-senang.

Anggota Eco Club di dalam Bus
Anggota Eco Club di dalam Bus

Beberapa waktu lalu, Eco Club Sman 1 meresmikan program daur ulang sekolah yang bekerjasama dengan Ashram Gandhi Puri. Para anggota club bertanggung jawab untuk melakukan daur ulang itu, dan mendidik komunitas sekolah mengenai pentingnya memerangi polusi plastic dan Kampanye Bali 

Pemberhentian pertama adalah Temesi Recycle yang mengambil sampah plasti, kaca dan kertas kami. Kemudian mereka menjual dengan nilai tinggi material daur ulang di Bali dan menyebrangkan limbah dengan hara rendah ke Surabaya dimana limbah tersebut akan didaur ulang menjadi produk baru.

Di Temesi Recycling
Di Temesi Recycling

 

 

 

Pemisahan sampah plastic dan sampah rumah tangga di temesi
Pemisahan sampah plastic dan sampah rumah tangga di temesi

Pemberhentian selanjutnya, tim Bali Recycling menunjukan kami bahwa operasi mereka sangat effesien, dan kemudian kami dibawa untuk mengunjungi tempat pembuangan sampah ilegal di Kabupaten Gianyar yang dipenuhi dengan sampah yang menyerupai sungai. Para siswa sangat marah pada praktik illegal yang dibiasakan yang mencemari sungai dan tanah.

Tempat Pembuangan sampah Ilegal menyerupai sungai, kabupaten gianyar.
Tempat Pembuangan sampah Ilegal menyerupai sungai, kabupaten gianyar.

 

Persinggahan terakhir adalah ubud dimana pendiri yogabarn Kadek gunarta menceritakan sebuah cerita mengenai bisnis nya yang menerapkan praktik kesadaran lingkungan. Dia juga menceritakan mengenai kesuskesan desa dan keluarga-keluarganya dan bisnis yang telah meluncurkan sistem yang kompherenshif untuk mengurangi limbah, menghemat energy, dan air dan daur ulang. Perjalanan ini diakhiri dengan catatan yang sangat positive.

Mitra Eco Club dengan Kadek Gunarta di Yoga Barn Ubud.
Mitra Eco Club dengan Kadek Gunarta di Yoga Barn Ubud.

Masih banyak yang harus kami pelajari untuk menjadi anggota eco club. Namun, kami yakin ini akan menjadi pengalaman belaajr yang sangat bagus bagi semua pihak. Bahkan, hari ini SMAN 1 melaksanakan hari bersih-bersih se-desa dimana anggota eco club memimpin pembersihan dalam mengambil dan mendaur ulang plastic dan limbah lainnya.

Program daur ulang SMAN 1 Dawan adalah hubungan kerjasama antara sekolah dengan Ashram Gandhi Puri. MItra utama kami lainnya adalah Ahimsa in Acion yang mendanai seluruh kegiatan ini. Temesi Recycling yang mengambil Limbah dan Yoga Barn yang berkontribusi dalam pendanaan penampungan Daur uang dan Gudang penyimpangan.

Apabila anda ingin membantu mengembangkan program Kampanye Bali Indah ini, silahkan mempertimbangkan untuk menyumbang ke Ahimsa In Action. Donasi Anda sudah termasuk potongan pajak di USA. Kunjungi http://www.AhimsaInAction.com dn klik support pada pojok atas pada homepage.

Kepala Sekolah, Pak Dave dan Kawenuh.
Kepala Sekolah, Pak Dave dan Kawenuh.
Makan Siang di Yoga Barn
Makan Siang di Yoga Barn
Pemisahan sampah di Temesi
Pemisahan sampah di Temesi

 

Kampanye Bali Indah

Polusi sampah plastic adalah masalah besar di Bali. Dapat dilihat pada setiap sungai, pantai, desa, tempat Ibadah dan tentunya rumah tangga menjadi tercemar oleh pembuangan sampah botol, tas, dan sampah plastic lainnya.

Trash_640

Langkah pertama adalah membersihkan tempat yang kita sudah kotori.

You must be the change you want to see in the world.”  -Gandhi

Kami memutuskan suatu yang cukup adalah cukup. Kami meneliti apakah ada tempat mendaur ulang di pulau ini, dan ternyata ada, dan kami membuat suatu persetujuan bersama dengan mereka untuk mengambil sampah plastic kami.

Hal ini membutuhkan beberapa waktu bagi anggota ashram untuk menyerap konsep untuk mendaur ulang setelah seumur hidup mereka secara gampangnya membuang sampah sembarangan. Namun setelah beberapa bulan mereka mengerti dan memahami hal tersebut.

Kami mengetahui sebuah drama ketika Kadek dan Komang kembali dari liburan akhir pekan dari desa mereka, mereka memberitahu kami bahwa mereka membenci “sampah plastic”, mengotori rumah mereka dan betapa memalukan bahwa masyarakat tidak mendaur ulangnya.

Kami mengerti bahwa kami sudah mengalami kemajuan ketika kawenuh membicarakan untuk memulai program daur ulang kepada kepala sekolahnya. Kawenuh juga mengambil andil sebagai pemimpin di organisasi Eco Club pada sekolah untuk melaksanakan program dan mendidik seluruh siswa yang ada di sekolahnya.

Eco Club SMA1
Eco Club SMA1

Kami sudah mulai untuk memperluas lingkaran kecil dari operasi daur ulang ini kelebih banyak sekolah dan harapannya desa kami di Pakse Bali. Kami berharap untuk membuat suatu kemajuan, namun mengerti akan banyaknya rintangan yang akan kami hadapi yang mana kami akan selalu menginformasikan kepada anda.

Jika anda berkeinginan untuk membantu Kampanye Bali Indah, klik : Ahimsa In Action