PRESIDEN DAN GUBERNUR, BUATKAN PERATURAN DIET KANTONG PLASTIK!

Original Post on https://www.change.org/p/presiden-jokowi-do2-dan-gubernur-basuki-btp-buatkan-peraturan-diet-kantong-plastik-pay4plastic?recruiter=35786871&utm_source=share_petition&utm_medium=facebook&utm_campaign=autopublish&utm_term=des-lg-action_alert-no_msg

Diet Kantong Plastik
Diet Kantong Plastik
Jakarta Selatan, Indonesia
Rahyang Nusantara Jakarta Selatan, Indonesia

 

Indonesia memiliki masalah serius dengan sampah. Jumlah sampah yang dihasilkan setiap hari di ibukota saja bisa mencapai 6,000 ton dan tumpukannya bisa sebesar 30,000 meter kubik – lebih dari setengah ukuran candi Borobudur.
Rata-rata pemakaian kantong plastik per orang di Indonesia adalah 700 lembar per tahun. Sampah kantong plastik saja di Indonesia mencapai 4000 ton per hari atau sama dengan 16 pesawat Boeing 747, sehingga sekitar 100 milyar kantong plastik terkonsumsi per tahunnya di Indonesia. Produksi kantong plastik tersebut menghabiskan 12 juta barel minyak bumi yang tak bisa diperbaharui, yang setara dengan 11 Triliun Rupiah.

Banyak dari sampah kantong plastik tidak sampai ke tempat pembuangan sampah dan hanya sedikit yang akhirnya dapat didaur ulang. Akibatnya sampah kantong plastik tersebut berakhir di tempat-tempat ini: sungai, saluran air got dan drainase, pantai, bahkan laut dan tempat-tempat yang menyumbat saluran air. Kantong plastik baru dapat terurai 500-1000 tahun lagi, dan akhirnya mendekam selamanya di sungai, laut, dan di dalam tanah. Inilah salah satu penyebab nyata banjir yang melumpuhkan beberapa daerah di Indonesia.

Sampah kantong plastik memiliki konsekuensi lingkungan yang sangat mahal, tetapi ironisnya kantong plastik diberikan secara gratis oleh pedagang!
Karena gratis, perlu usaha yang lebih dari sekadar kesadaran diri konsumen untuk melakukan diet kantong plastik. Supermarket dan mall merupakan penyumbang terbesar kantong plastik dan memiliki posisi yang kuat untuk mendorong konsumen mengubah kebiasaan. Memberikan harga pada setiap kantong plastik, memiliki pengaruh antara lain: (1) secara ekonomis, setelah beberapa kali belanja akan lebih murah untuk membawa tas belanja sendiri ketimbang membeli kantong plastik, (2) secara psikologis, konsumen akan berfikir dulu sebelum menggunakan kantong plastik apabila petugas kasir bertanya, “apakah Anda perlu beli kantong plastik?”

Hasil riset Greeneration Indonesia pada tahun 2009 menyatakan bahwa masyarakat akan membawa kantong belanja sendiri bila: (1) toko tidak menyediakan kantong plastik lagi (33%), (2) kantong plastik tidak gratis (30%), (3) ada ‘reward’ yang diberikan jika membawa kantong belanja sendiri (13%), (4) dan lain-lain.

Perlu diingat bahwa setiap produk yang dijual di supermarket sudah terkemas dalam kemasan higienis masing-masing. Oleh karena itu sama sekali tidak ada keharusan menggunakan kantong plastik untuk membawa belanjaan pulang ke rumah. Cukup memakai tas belanja sendiri yang dapat digunakan kembali – Bring Your Own Bag!

Kami meminta agar Presiden, Gubernur, dan Kepala Daerah di seluruh Indonesia untuk membuat Peraturan Daerah Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik, sebagai pelaksanaan dari Peraturan Pemerintah No. 81 tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah. Selain mengatur pengelolaan sampah plastik yang baik, diperlukan adanya Peraturan yang mengurangi dan mencegah dipakai kantong plastik dengan cara STOP MEMBERIKAN KANTONG PLASTIK GRATIS.

Dengan peraturan yang tepat, kebiasaan konsumen dapat diubah untuk beralih menggunakan tas belanja yang dapat digunakan kembali.

Bergabunglah menjadi relawan Diet Kantong Plastik dengan mendaftarkan diri ke website ini: http://www.indorelawan.org/organization/view/34

Mempetisi ke
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo
Ketua Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia Dr. G. S. Vicky Lumentut, M.Si., DEA. (Walikota Manad)
PRESIDEN DAN GUBERNUR, BUATKAN PERATURAN DIET KANTONG PLASTIK!

Indonesia : Daur Ulang untuk Jaminan Kesehatan Gratis

Jaminan kesehatan untuk 250 juta penduduk Indonesia tergolong sangat mahal.

Tetapi, sebuah inisiatif baru dari seorang dokter muda terbukti menjadi terkenal di kalangan masyarakat yang berpenghasilan rendah.

Penduduk perlu mengumpulkan sampah Non-Organic, yang dijual untuk di daur ulang, atau limbah organic, yang akan diubah menjadi pupuk, sebagai gantinya adalah pelayanan kesehatan secara gratis di beberapa klinik.

Uang yang diterima akan menuju ke “dana kesehatan”

“Bisnis kami memiliki tujuan untuk menciptakan dampak sosial. Kami tidak mencari keuntungan dari hal ini. Uang yang dihasilkan dipastikan digunakan untuk program yang berkelanjutan”, penjelasan dari Dr. Gamal Albinsaid, 25 tahun pendiri dari “Garbage Clinical Programme” (Program Sampah Klinis)

Para Pegawai telah mengunjungi desa-desa di Provinsi Jawa Timur.

Pada saat ini sudah ada 500 penduduk yang berpartisipasi dalam inisiatif ini, yang telah berjalan semenjak bulan Maret lalu.

Sebagian besar penduduk Indonesia hidup dengan pendapatan kurang dari 2 dollar per-hari sama dengan Rp. 20,000.

Original post on http://www.euronews.com/2014/12/27/indonesia-recycling-for-free-healthcare/#.VJ7zAOTesoY.facebook

 

 

Percobaan dalam Kebenaran dan Daur Ulang

Peresmian Eco Club di SMAN 1 Semarapura.
Peresmian Eco Club di SMAN 1 Semarapura.

Dengan Permintaan maaf kepada Gandhi karena telah menggunakan judul buku beliau (Percobaan dalam Kebenaran) terkadang peresmian program daur ulang di Bali ini tampaknya lebih sulit daripada memerdekakan diri dari inggris.

Namun kemudian saya menghabiskan waktu dengan anak muda Bali. Antusias, Penuh Semangat dan berkomitmen yang mereka bawa untuk membersikan sekolah, dan desa mereka yang membuat hati saya menjadi lebih ringan dan rintangan yang menakutkan tampak berkurang.

SMAN 1 Semarapura adalah sekolah ke-4 yang kami jadikan mitra kami. Kami telah belajar bahwa kami memerlukan 3 unsur utama dalam mencapai kesuksesan : 1) Keingingan Kepala Sekolah, 2) Satu atau dua pemimpin siswa, 3) Kemampuan dari Ashram dalam membangun fasilitas (penampungan daur ulang dan gudang penyimpanan) tepat waktu dan memberikan layanan mingguan pengangkutan sampah yang dapat diandalkan.

2 dari co-president eco club sman 1
2 dari co-president Eco Club Sman 1

Pak Putu selaku Kepala Sekolah, dan tim sukses nya, telah bersedia menjadi mitra dalam menetapkan program daur ulang di sekolah mereka.  Wayan Wyasa memilih 3 siswa sebagai pemimpin untuk mendirikan Eco-Club, Kadek Donal mengelola pembuatan penampungan daur ulang dari bamboo dan pada akhirnya kami bertemu dengan seorang pria sebagai pengumpul limbah kami.

Kami meresmikan program daur ulang di SMAN 1 Semarapura dengan memulai pertemuan dengan Pak Putu sebagai kepala sekolah,  dan pemimpin muda sekolah. Berikut ini adalah video yang menunjukan cuplikan dari peresmian.

Seperti yang anda lihat, kami telah banyak membangun antusias dan menerima anggota sejumlah 60 orang. Para Siswa ini akan melaksanakan program daur ulang di sekolah. Yang terpenting mereka akan mendidik kawan sebaya mereka mengenai manfaat dari daur ulang. Tujuan akhir kami adalah tidak hanya membersihkan sekolah, namun menciptakan kader pemimpin muda yang akan merubah etika lingkngan di Bali.

Logo Eco Club kami yang baru
Logo Eco Club kami yang baru

Tempat penampungan sampah daur ulang didirikan dan akan dikirimkan minggu depan. Eco club menjadwalkan kunjungan lapangan untuk melihat kemana plastik, kertas dan kaca itu dibawa setelah pengambilan daur ulang, dan yang terpenting adalah eco club sudah memesan baju. Aturan pertama yaitu : Anda tidak bisa Kampanye Bali Indah kalau anda mempunyai baju komunitas.

Dapatkah anda membantu? Kampanye ini memerlukan dana untuk tetap berjalan…memang tidak banyak, tetapi kami perlu membayar pembuatan penampungan daur ulang, supir pengangkut dan tentunya baju komunitas. Jika anda memiliki uang lebih, tolong klik disini.