Berita

Indonesia : Daur Ulang untuk Jaminan Kesehatan Gratis

Jaminan kesehatan untuk 250 juta penduduk Indonesia tergolong sangat mahal.

Tetapi, sebuah inisiatif baru dari seorang dokter muda terbukti menjadi terkenal di kalangan masyarakat yang berpenghasilan rendah.

Penduduk perlu mengumpulkan sampah Non-Organic, yang dijual untuk di daur ulang, atau limbah organic, yang akan diubah menjadi pupuk, sebagai gantinya adalah pelayanan kesehatan secara gratis di beberapa klinik.

Uang yang diterima akan menuju ke “dana kesehatan”

“Bisnis kami memiliki tujuan untuk menciptakan dampak sosial. Kami tidak mencari keuntungan dari hal ini. Uang yang dihasilkan dipastikan digunakan untuk program yang berkelanjutan”, penjelasan dari Dr. Gamal Albinsaid, 25 tahun pendiri dari “Garbage Clinical Programme” (Program Sampah Klinis)

Para Pegawai telah mengunjungi desa-desa di Provinsi Jawa Timur.

Pada saat ini sudah ada 500 penduduk yang berpartisipasi dalam inisiatif ini, yang telah berjalan semenjak bulan Maret lalu.

Sebagian besar penduduk Indonesia hidup dengan pendapatan kurang dari 2 dollar per-hari sama dengan Rp. 20,000.

Original post on http://www.euronews.com/2014/12/27/indonesia-recycling-for-free-healthcare/#.VJ7zAOTesoY.facebook

 

 

Penghijauan Bali: Satu Bambu dalam Sewaktu

Originally posted on Pak Dave In Bali:

Murni menanam Bambu di Desa Songan.
Murni menanam Bambu di Desa Songan.

Banyak keluarga di Desa Songan B yang dapat meningkatkan kehidupannya dari kemiskinan, terima kasih atas usaha dari Kadek Gunarta dengan Proyek Bali Re-green, dan timnya yang berkompeten dalam organisasi komunitas dan dalam bidang pertanian.

http://www.youtube.com/watch?v=6aFv4yMSg7E

Bali Re-Green telah menamam lebih dari 4000 bambu yang didonasikan oleh orang yang sangat baik yaitu John Hardy Silver di Songan desa B. Dalam kurun waktu 7 tahun, bambu tersebut akan tumbuh dengan diameter batang yang cukup untuk dijual di pasaran. Ini merupakan kesempatan besar bagi petani disini yang hidup dari tanah kering.

Petani Desa Songan B
Petani Desa Songan B

Bahkan sebelum 7 tahun, petani akan mendapatkan manfaat yang besar. Kepala desa memperkirakan mereka membeli sekitar $3,000 bambu pertahun untuk upacara agama dan kegunaan lainnya yang manakebutuhan akan bamboo sudah akan teratasi.

Program ini lebih dari sekedar menanam bambu. Ini mencakup seluruh desa untuk tetap mempertahankan perkembangan pertanian mereka.

Kemana Sampah Plastik akan pergi setelah di daur ulang (Recycle) ?

Originally posted on Pak Dave In Bali:

Baju Eco CLub SMAN 1 Semarapura
Baju Eco CLub SMAN 1 Semarapura

Anggota Eco Club SMAN 1 Semarapura telah menjalankan program daur ulang (recycle) dengan sangat sukses di sekolah mereka. Mereka mulai bertanya kepada saya: kemana Sampah Plastik, Kertas dan Gelas yang kami daur ulang (recycle) di sekolah akan pergi setelah meninggalkan sekolah kami?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kami membuat baju eco club baru yang bertuliskan jawabannya, kami berharap ada bus dan berpergian menuju Bali Recycling di Mas, sekitar 30 menit perjalanan. Disina kami belajar bahwa 90% sampai 95% dari sampah yang kami kirimkan kepada mereka di daur ulang menjadi suatu barang kerajinan seperti tas tangan, dompet, sepetau, matras, gelas, sweater dan lain lain. Sisanya yang tidak dapat didaur ulang dikirim ke Temesi yang memiliki tanggung jawab untuk menangani sampah tersebut.

Oliver menjelaskan kepada kami tentang apa yang terjadi setelah kamu daur ulang sampah plastik
Oliver menjelaskan kepada kami tentang apa yang terjadi setelah kamu daur ulang sampah plastik

Pemilik Bali Recycling yaitu Olivier Poulion mengantarkan dan menjelaskan kepada kami seluruh proses yang diterapkan dimulai dari ketika sampah sampai di Bali Recycling kemudian bagaimana ia mengubah sampah menjadi barang yang sangat indah. Beliau medesak kami juga untuk melakukan yang sama.

Anggota Eco Club Klungkung Bertemu dengan Tim Bye Bye Plastic Bag

Originally posted on Pak Dave In Bali:

Bye Bye Plastic Bag Logo
Bye Bye Plastic Bag Logo

Ketua Eco-Club SMAN 1 Dawan dan SMAN 1 Semarapura berpergian ke Kuta hari ini dan mereka terinspirasi oleh tim Bye Bye Plastic Bag, sekelompok remaja sekolah menengah yang sangat mengagumkan, tujuan mereka tiada lain adalah melarang penggunaan kantong plastic di Bali.

Bye Bye Plastic Bag member dan Eco Club Member
Bye Bye Plastic Bag member dan Eco Club Member

Strategi yang mereka lakukan sangatlah berani sama halnya dengan tujuan mereka. Mereka sedang dalam proses untuk mengumpulkan SATU JUTA TANDA TANGAN dalam petisi mereka untuk melarang penggunaan kantong plastic di Bali. Jika mereka mencapai tujuan mereka, Gubernur Bali Made Mangku Pastika telah menyetujui untuk menetapkan larangan tersebut. Jika anda tertarik untuk menandatangani petisi mereka, Silahkah klik disini.

Ketua Eco Club SMAN 1 Dawan
Ketua Eco Club SMAN 1 Dawan

Ketua Eco Club kami dan kelompok Bye Bye Plastic Bag berencana untuk bekerja sama mengatasi permasalahan polusi plastic di Bali. Berdiri sebagai seorang yang dewasa. Memperhatikan anak-anak ini bergerak, tidak ada yang perlu saya ragukan…

 

Siswa SMAN 1 Semarapura Berjanji Melakukan Recycling (Daur Ulang)

Original di Post di Pak Dave In Bali:

Program Recycling di SMAN 1 Semarapura
Program Recycling di SMAN 1 Semarapura

Kepala SMAN 1 Semarapura memulai program pendidikan recycling (daur ulang) kami, anggota Eco Club di SMAN 1 Semarapura mengadakan program recycling (daur ulang) pertama mereka pada hari Jumat lalu untuk kelas XI yang terdiri atas 200 siswa. Mereka membuat presentasi power point yang sangat mengagumkan. Kepala sekolah mempromosikan program ini dengan sangat kuat…. Dan saya melakukan tugas saya sebagai kepala Pembina dari Keep Bali Beautiful.

Penjelasan Program Recyling di Bali
Penjelasan Program Recyling di Bali
Berpose konyol, menghibur peserta program Recycling
Berpose konyol, menghibur peserta program Recycling

Pesan kami sangat Simpel. Sampah plastik dan sampah lainnya dari 4 juta populasi orang Bali dan jumlah turis yang membludak menghilangkan keindahan pulau Bali. Hal tersebut mencemari udara dan air, membunuh hewan-hewan dan secara pasti akan membunuh perekonomian sebagai Tujuan wisata Turis untuk berlibur ke tempat yang lebih bersih.

Kemudian kami bertanya siapa yang dapat memecahkan permasalahan ini. Siswa-siswa berharap kepada guru mereka, kepala sekolah dan pada akhirnya pada yang lainnya. Kami memberitahu mereka bahwa mereka adalah solusi dari permasalahan polusi di Bali dan mereka dapat melakukan Kampanye Bali Indah.

Peserta Program Recycling
Peserta Program Recycling

View original lebih dari 102 kata

 

Percobaan dalam Kebenaran dan Daur Ulang

Peresmian Eco Club di SMAN 1 Semarapura.
Peresmian Eco Club di SMAN 1 Semarapura.

Dengan Permintaan maaf kepada Gandhi karena telah menggunakan judul buku beliau (Percobaan dalam Kebenaran) terkadang peresmian program daur ulang di Bali ini tampaknya lebih sulit daripada memerdekakan diri dari inggris.

Namun kemudian saya menghabiskan waktu dengan anak muda Bali. Antusias, Penuh Semangat dan berkomitmen yang mereka bawa untuk membersikan sekolah, dan desa mereka yang membuat hati saya menjadi lebih ringan dan rintangan yang menakutkan tampak berkurang.

SMAN 1 Semarapura adalah sekolah ke-4 yang kami jadikan mitra kami. Kami telah belajar bahwa kami memerlukan 3 unsur utama dalam mencapai kesuksesan : 1) Keingingan Kepala Sekolah, 2) Satu atau dua pemimpin siswa, 3) Kemampuan dari Ashram dalam membangun fasilitas (penampungan daur ulang dan gudang penyimpanan) tepat waktu dan memberikan layanan mingguan pengangkutan sampah yang dapat diandalkan.

2 dari co-president eco club sman 1
2 dari co-president Eco Club Sman 1

Pak Putu selaku Kepala Sekolah, dan tim sukses nya, telah bersedia menjadi mitra dalam menetapkan program daur ulang di sekolah mereka.  Wayan Wyasa memilih 3 siswa sebagai pemimpin untuk mendirikan Eco-Club, Kadek Donal mengelola pembuatan penampungan daur ulang dari bamboo dan pada akhirnya kami bertemu dengan seorang pria sebagai pengumpul limbah kami.

Kami meresmikan program daur ulang di SMAN 1 Semarapura dengan memulai pertemuan dengan Pak Putu sebagai kepala sekolah,  dan pemimpin muda sekolah. Berikut ini adalah video yang menunjukan cuplikan dari peresmian.

Seperti yang anda lihat, kami telah banyak membangun antusias dan menerima anggota sejumlah 60 orang. Para Siswa ini akan melaksanakan program daur ulang di sekolah. Yang terpenting mereka akan mendidik kawan sebaya mereka mengenai manfaat dari daur ulang. Tujuan akhir kami adalah tidak hanya membersihkan sekolah, namun menciptakan kader pemimpin muda yang akan merubah etika lingkngan di Bali.

Logo Eco Club kami yang baru
Logo Eco Club kami yang baru

Tempat penampungan sampah daur ulang didirikan dan akan dikirimkan minggu depan. Eco club menjadwalkan kunjungan lapangan untuk melihat kemana plastik, kertas dan kaca itu dibawa setelah pengambilan daur ulang, dan yang terpenting adalah eco club sudah memesan baju. Aturan pertama yaitu : Anda tidak bisa Kampanye Bali Indah kalau anda mempunyai baju komunitas.

Dapatkah anda membantu? Kampanye ini memerlukan dana untuk tetap berjalan…memang tidak banyak, tetapi kami perlu membayar pembuatan penampungan daur ulang, supir pengangkut dan tentunya baju komunitas. Jika anda memiliki uang lebih, tolong klik disini.

Sekolah Dasar Negeri 3 Paksebali Menjadi Mitra Baru Dalam Daur Ulang.

Kami menghadiri acara yang sangat penuh semangat hari ini dimana kami menandatangani kemitraan untuk melaksanakan program daur ulang dengan SDN 3 Paksebali di desa kami.

Kami menyediakan tempat penampungan daur ulang untuk programini, dan akan mengangkut material daur ulang secara berkelanjutan Sekolah akan menjalankan program. Yang terpenting, program ini memberikan akses kepada lebih dari 300 anak, staf pengajar dan para pegawai yang mana mereka akan mendidik mengenai betapa bahayanya polusi dan bagimana mereka secara pribadi bersikap untuk membersikan sekolah mereka, desa mereka dan tentunya pulau mereka.

Saya mengajak anak-anak membicarakan hal yang sangat menarik. Pada saat Saya selesai, para siswa tidak bisa menunggu untuk menjadi yang pertama untuk mendaur ulang di sekolah dan dirumah mereka. Agenda rahasia kami adaah untuk mendesak orang tua mereka untuk ikut serta dalam program daur ulang…. Kita lihat nanti.

Terima kasih kepada semua orang yang telah menyumbang untuk membantu terlaksananya program ini. jika anda ingin membantu, ini membutuhkan dana sekitar $75 dalam pembuatan tempat penampungan daur ulang, $5 untuk 1 baju kaos Eco-Club dan sekita $100 per bulan untuk supir truk pengankut material daur ulang. Jika anda ingin berdonasi silahkan kunjungi : AhimsaInAction.com dan klik Support Ahimsa In Action.

Kunjungan Lapangan Bali Echo Club…… KAMPANYE BALI INDAH

 

Anggota Eco Club dari SMAN 1 Dawan di Temesi Recycling
Anggota Eco Club dari SMAN 1 Dawan di Temesi Recycling

Pada saat kunjungan lapangan minggu lalu ke pusat daur ulang dan salah satu bisnis di pulau ini dengan kesadaran lingkungan, 30 siswa SMA dari Dawan, kepala sekolah dan para guru. Bagaimana upaya daur ulang sekolah mereka masuk dalam Gambaran yang lebih besar dari membersikan polusi plastic untuk Kampanye Bali Indah.

Dan kami bersenang-senang.

Anggota Eco Club di dalam Bus
Anggota Eco Club di dalam Bus

Beberapa waktu lalu, Eco Club Sman 1 meresmikan program daur ulang sekolah yang bekerjasama dengan Ashram Gandhi Puri. Para anggota club bertanggung jawab untuk melakukan daur ulang itu, dan mendidik komunitas sekolah mengenai pentingnya memerangi polusi plastic dan Kampanye Bali 

Pemberhentian pertama adalah Temesi Recycle yang mengambil sampah plasti, kaca dan kertas kami. Kemudian mereka menjual dengan nilai tinggi material daur ulang di Bali dan menyebrangkan limbah dengan hara rendah ke Surabaya dimana limbah tersebut akan didaur ulang menjadi produk baru.

Di Temesi Recycling
Di Temesi Recycling

 

 

 

Pemisahan sampah plastic dan sampah rumah tangga di temesi
Pemisahan sampah plastic dan sampah rumah tangga di temesi

Pemberhentian selanjutnya, tim Bali Recycling menunjukan kami bahwa operasi mereka sangat effesien, dan kemudian kami dibawa untuk mengunjungi tempat pembuangan sampah ilegal di Kabupaten Gianyar yang dipenuhi dengan sampah yang menyerupai sungai. Para siswa sangat marah pada praktik illegal yang dibiasakan yang mencemari sungai dan tanah.

Tempat Pembuangan sampah Ilegal menyerupai sungai, kabupaten gianyar.
Tempat Pembuangan sampah Ilegal menyerupai sungai, kabupaten gianyar.

 

Persinggahan terakhir adalah ubud dimana pendiri yogabarn Kadek gunarta menceritakan sebuah cerita mengenai bisnis nya yang menerapkan praktik kesadaran lingkungan. Dia juga menceritakan mengenai kesuskesan desa dan keluarga-keluarganya dan bisnis yang telah meluncurkan sistem yang kompherenshif untuk mengurangi limbah, menghemat energy, dan air dan daur ulang. Perjalanan ini diakhiri dengan catatan yang sangat positive.

Mitra Eco Club dengan Kadek Gunarta di Yoga Barn Ubud.
Mitra Eco Club dengan Kadek Gunarta di Yoga Barn Ubud.

Masih banyak yang harus kami pelajari untuk menjadi anggota eco club. Namun, kami yakin ini akan menjadi pengalaman belaajr yang sangat bagus bagi semua pihak. Bahkan, hari ini SMAN 1 melaksanakan hari bersih-bersih se-desa dimana anggota eco club memimpin pembersihan dalam mengambil dan mendaur ulang plastic dan limbah lainnya.

Program daur ulang SMAN 1 Dawan adalah hubungan kerjasama antara sekolah dengan Ashram Gandhi Puri. MItra utama kami lainnya adalah Ahimsa in Acion yang mendanai seluruh kegiatan ini. Temesi Recycling yang mengambil Limbah dan Yoga Barn yang berkontribusi dalam pendanaan penampungan Daur uang dan Gudang penyimpangan.

Apabila anda ingin membantu mengembangkan program Kampanye Bali Indah ini, silahkan mempertimbangkan untuk menyumbang ke Ahimsa In Action. Donasi Anda sudah termasuk potongan pajak di USA. Kunjungi http://www.AhimsaInAction.com dn klik support pada pojok atas pada homepage.

Kepala Sekolah, Pak Dave dan Kawenuh.
Kepala Sekolah, Pak Dave dan Kawenuh.
Makan Siang di Yoga Barn
Makan Siang di Yoga Barn
Pemisahan sampah di Temesi
Pemisahan sampah di Temesi

 

Kampanye Bali Indah

Polusi sampah plastic adalah masalah besar di Bali. Dapat dilihat pada setiap sungai, pantai, desa, tempat Ibadah dan tentunya rumah tangga menjadi tercemar oleh pembuangan sampah botol, tas, dan sampah plastic lainnya.

Trash_640

Langkah pertama adalah membersihkan tempat yang kita sudah kotori.

You must be the change you want to see in the world.”  -Gandhi

Kami memutuskan suatu yang cukup adalah cukup. Kami meneliti apakah ada tempat mendaur ulang di pulau ini, dan ternyata ada, dan kami membuat suatu persetujuan bersama dengan mereka untuk mengambil sampah plastic kami.

Hal ini membutuhkan beberapa waktu bagi anggota ashram untuk menyerap konsep untuk mendaur ulang setelah seumur hidup mereka secara gampangnya membuang sampah sembarangan. Namun setelah beberapa bulan mereka mengerti dan memahami hal tersebut.

Kami mengetahui sebuah drama ketika Kadek dan Komang kembali dari liburan akhir pekan dari desa mereka, mereka memberitahu kami bahwa mereka membenci “sampah plastic”, mengotori rumah mereka dan betapa memalukan bahwa masyarakat tidak mendaur ulangnya.

Kami mengerti bahwa kami sudah mengalami kemajuan ketika kawenuh membicarakan untuk memulai program daur ulang kepada kepala sekolahnya. Kawenuh juga mengambil andil sebagai pemimpin di organisasi Eco Club pada sekolah untuk melaksanakan program dan mendidik seluruh siswa yang ada di sekolahnya.

Eco Club SMA1
Eco Club SMA1

Kami sudah mulai untuk memperluas lingkaran kecil dari operasi daur ulang ini kelebih banyak sekolah dan harapannya desa kami di Pakse Bali. Kami berharap untuk membuat suatu kemajuan, namun mengerti akan banyaknya rintangan yang akan kami hadapi yang mana kami akan selalu menginformasikan kepada anda.

Jika anda berkeinginan untuk membantu Kampanye Bali Indah, klik : Ahimsa In Action